Sabtu, 21 September 2013

UNGKAPAN HATI YANG TERTINDAS

UNGKAPAN HATI YANG TERTINDAS
Karya      : Wadarman jaya T.
Aku bingung dengan semua ini..
Aku terbawa sua...sana..
Tak tau arah untuk kembalii..

Aku sangat bingung..
Menghadapi semua ini...
Aku..
Tidak ingin yang seperti ini..       
Terjadi padaku...

Aku jga ingin dimngerti..
Karenaa
Aku tau hidupku juga belum teratur..

Aku sangat bingung..
Aku sangat ingin bersamamu..
Menghadapi dunia belantara ini..
Karena aku yakin ..
Dengan apa yang aku lakukan..

Oh, hidup...
Akankah nasibku seperti ini..
Aku yakin,,.. Tuhan pastii
Beri jalan yang terbaik..

Aku sangat bingung..
Didalam menjalani hubungan yang baik itu...
Yang aku inginkan.. hanya satu..
Saling mengerti satu sama lain..
Dan menciptakan suasana yang indah..

Aku ingin kamu seperti aku...
Dan aku seperti kamu..
Kita saling mengerti ...
apa kekurangan kita masing-masing..

kini... rasa bingung itu
sudah aku hilangkan ke lautan yang dalam..

untuk itu.. aku sangat...
mengharapkan kehadiran dirimu dalam hidupku..
sebagai MOTIVATOR...
di dalam hidupku...

dengan semua itu aku sangat yakin...
setiap hal yang kita impikan dan harapkan...
pasti dapat kita lakukan,, asal..
                ada kemauan dan keras kita...
dalam melakukan hal-hal..
ke arah  yang lebih positif..

Dan akhirnya kini aku sadari..
Aku harus bisa menjadi..
Apa yang kamu minta..
Selamanya.........


                ILU AI

mengenai diri sendiri

Tulisan Mengenai Diri Sendiri

Saya lahir bukan dari keluarga yang kekurangan, dan bukan yang berkelimpahan tetapi saya dilahirkan dari keluarga yang berkecukupan. Saya di besarkan di desa kasikan, yang berketepatan di provinsi riau, didaerah inilah saya masuk sekolah dasar hingga sekolah menengah, Tidak ada prestasi akademik yang saya dapatkan, hanya dibidang olahraga saja yaitu bulu tangkis dan bola voli prestasi yang saya dapatkan. Itu disebabkan karena saya tidak memiliki kemampuan yang lebih, “tetapi saya  bisa”,
Setelah tamat dari sekolah menengah saya meminta kepada orangtua saya untu sekolah kekota tepatnya di medan, dari sinilah saya baru tahu bahwa pendidikan di kota sangat berbedah jauh dengan didesa. Pada saat mulai memasuki sekolah menengah atas, saya dibarengi ketakutan dan malu, karena saya berasal dari desa yang kecil, dan tidak memiliki dasar yang lebih seperti dikota. Sebagai contoh: di smp saya tidak ada computer, sehingga kami hanya belajar dari LKS saja, hanya teori tidak pernah praktik. Sehinnga saya tidak tahu yang mana tombol power nya terletak dimana.
Pada saat memasuki pelajaran computer di sekolah menengah atas yang di medan itu, saya kebingungan bagai mana cara menyalakan computer tersebut, daripada tidak menyala jadi saya beranikan diri untuk bertanya kepada teman sebelah saya, urusan malu belakangan dalam pikiranku wkwkw. Ini adalah pengalaman yang menyedihkan bagi saya, saya sedih bukan karena saya tidak bisa, melainkan karena desaku yang belum mengenal perkembangan teknologi hingga saat ini.
Dari sinilah saya memberanikan diri untuk mulai belajar tentang cara perkembangan teknologi ini, Saya tidak memikirkan saya malu, tetapi saya memikirkan saya pasti bisa apabila kita berusaha. Singkat cerita akhirnya saya mulai mengerti cara menggunakan alat-alat teknologi  tersebut. Walaupun saya tidak semahir teman-teman saya, tetapi saya bisa. Ini saja pedoman didalam hidupku, saya harus bisa seperti teman-teman saya, walaupun saya tidak semahir mereka.
Pada dasarnya saya sekolah kekota untuk mengikuti perkembangan dikota yang lebih besar baik itu pendidikan, maupun tekonologi. Berpikir kebelakang saya merasa sedih melihat desa saya, yang kurangnya peran teknologi dalam masyarakat kami. Inilah yang membuat saya ingin membawa perubahan bagi masyarakat disana, yang sebenarnya ini semua adalah rencana Tuhan buat saya bukan rencana saya semata. Dan inilah yang membuat saya bercita-cita menjadi Insyur. Sesuai dengan peran teknologi maka saya memilih untuk menjadi Sarjana Teknik Elektro.
            Mengikuti perkembangan zaman itu sangan diperlukan, untuk menjadi Negara maju. Negara tidak dikatakan maju apabilah di daerah kabupaten kotanya tidak berkembang atau maju , begitu seterusnya hingga kota tidak akan maju, apabila desanya tidak maju dan mungkin ketertinggalan. Seperti kita ketahui bersama, masih banyak daerah-daerah kecil contohnya dipedasaan yang tidak memilki listrik, ini adalah hal yang sangat dasar dan sangat dibutuhkan masyarakat tentunya. Apalagi peran teknologi di desa yang tidak memiliki listrik ini tidak aka nada didesa tersebut. Karena teknologi sangat berhubungan dengan yang namanya kelistrikan. Sebagai contoh hal kecil, TV seperti kita ketahui apakah mungkin Tv tersebut dapat menyala tanpa yang namanya listrik.
            Inilah yang saya renungkan dibangsa kita ini, mengapa kita tidak bisa menolong masrakat disana, yang tidak tahu tentang perkembangan jaman ini. Sebenarnya ini semua dapat kita lakukan, apabila kita memiliki niat untuk membantu seadanya. Tidak memikirkan berapa besar keuntungan yang kita dapat. Didalam hidup ini perlu lah kita menyadari untuk apa uang yang banyak di Negara yang tidak maju atau miskin. Itu akan sama saja tidak akan berguna. Inilah yang membuat saya tertarik untuk menempuh menjadi seorang sarjana teknik yang berguna bagi masyarakat. Bukan bagi diri saya sendiri.
Tidak semua orang tahu mengapa kita dilahirkan dibumi ini, tetapi semua orang tau untuk apa kita hidup dibumi ini. Inilah suatu perkataan yang sangat berguna buat saya. Saya ada dibumi ini sudah pasti memiliki tujuan yang bermanfaat bagi diriku sendiri dan orang lain begitu juga dengan pembaca bukan. Tujuan yang jelas tidak bisa dilakukan dengan usaha sendiri, tetapi dengan bantuan dari orang lain, itulah yang membuat kita berada di Bumi ini untuk saling melengkapi satu sama lain. 

Saya dan kita semua sudah pasti yakin, segala sesuatu itu dapat kita gapai untuk menjadi yang sesuai kita harapkan, haruslah berusaha dan bersyukur kepada Tuhan kita. Ubah pola piker negative menjadi positif, Desa maju, Kota maju, dan Negara pasti maju.